Makalah Akhlak (Problem Moralitas dan Pemecahannya dengan Etika Normatif)

Makalah Akhlak (Problem Moralitas dan Pemecahannya dengan Etika Normatif)

Makalah Akhlak (Problem Moralitas dan Pemecahannya dengan Etika Normatif)

BAB I
PENDAHULUAN

Istilah moral berasal dari kata Latin “mos” (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan/niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Tetapi seiring kemajuan zaman, kemajuan teknologi, seolah-olah menyertai perubahan tingkat moralitas tiap manusia. Hampir kita tidak bisa menghitung seberapa banyak masalah/problem moralitas yang melanda tiap individu. Etika (ilmu akhlak) merupakan suatu hal yang diperlukan saat ini untuk memacahkan problem-problem moralitas. Tidak hanya etika deskriptif, pendekatan etika normative pun akan sangat bermanfaat untuk memberikan penilaian baik dan buruknya suatu moral, sehingga kita sebagai manusia mampu memecahkan berbagai persoalan moralitas yang terjadi di lingkungan sekitar kita.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Etika Normatif

Etika dipandang sebagai suatu ilmu yang mengadakan ukuran atau norma yang dapat dipakai untuk menanggapi atau menilai perbuatan. Menerangkan tentang apa yang seharusnya terjadi dan apa yang harus dilakukan, dan memungkinkan kita untuk mengukur dengan apa yang seharusnya terjadi.

Etika normatif bersangkutan dengan penyelesaian ukuran kesusilaan yang benar.

2.      Problem moralitas di kalangan remaja

Problem problem moralitas yang terjadi saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan pada masa masa sebelumnya. Merebaknya isu isu moralitas di kalangan remaja seperti meningkatnya pemberontakan remaja atau dekadensi etika atau sopan santun pelajar, meningkatnya ketidakjujuran seperti suka membolos, menyontek, tawuran sekolah dan suka mencuri, berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru dan figur figur yang berwenang serta  kebanyakan gaya pacaran remaja sekarang yang sudah tidak memandang etika lagi. Kali ini akan dibahas problem moralitas mengenai remaja, cinta, dan pacaran.

A.     Definisi Remaja

Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya masalah hak.

Mengenai umur masa remaja, para psikolog tidak sepakat, namun yang umum digunakan adalah pendapat Luella Cole, seoarang ahli psikologi, yaitu 13 – 15 tahun (masa remaja awal) , 15 – 18 tahun (masa remaja pertengahan) , 18 – 21 tahun ( masa remaja akhir).

B.     Ciri – Ciri Masa Remaja

            Ciri masa remaja menurut psikologi modern :
1)      Masa remaja adalah periode yang penting
2)      Masa remaja sebagai periode peralihan
3)      Masa remaja sebagai periode perubahan
4)      Masa remaja sebagai usia bermasalah
5)      Masa remaja sebagai masa mencari identitas
6)      Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik
7)      Masa remaja sebagai ambang masa dewasa

C.     Klasifikasi Tipe Remaja

3.      Pandangan Islam Tentang Cinta

Cinta adalah keindahan sejati yang terletak pada keserasian spiritual. Cinta berarti memberi bukan menerima. Cinta jauh dari saling memaksakan kehendak. Cinta tidak menuntut tapi menegaskan dan menghargai. Cinta belum pernah akan tercipta selagi kita belum bisa memahami perbedaan. Cinta adalah pengorbanan, pengorbanan adalah bukti ketulusan cinta. Cinta adalah karunia suci yang diberikan Allah Robb Penguasa Alam Semesta. Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan dan menciptakan rasa cinta dan sayang sebagai fondasi keberlangsungan kehidupan menuju keluarga yang tentram dan bahagia.

4.      Remaja, Cinta dan Pacaran

Ada kamus yang berlaku dikalangan remaja kita, bahwa remaja identik dengan bercinta yang dalam istilah kita adalah berpacaran. Sehingga belum sempurna jati diri seorang remaja jika belum punya pacar. Dan belum dikatakan berpacaran jika belum mampu bercinta dengan baik dengan segala bumbu-bumbunya. Ini adalah sebuah persepsi yang salah.

Sebagai seorang remaja yang sebentar lagi menginjak usia dewasa tentu sudah pernah merasakan getaran-getaran cinta. Suatu perasaan suka kepada lawan jenis yang diekspresikan melalui berbagai macam cara. Suatu perasaaan yang bergejolak di dalam hati terhadap seseorang yang menimbulkan rasa ingin memperhatikan dan diperhatikan, rasa ingin tahu lebih, rasa malu, rasa cemburu, rasa curiga dsb semua rasa bercampur menjadi satu kadang suka, kadang sedih, kadang berani, kadang takut untuk melakukan sesuatu hal yang berhubungan denganya. Rasa ini yang bisa mengubah seseorang baik dari segi perspektif, tingkah laku, tutur kata, gaya berbusana dll bergantung pada dengan siapa dan bagaimana orang disekitarnya mempengaruhi untuk berlaku apa yang semestinya dia lakukan menurut pandangan mereka.

5.      Sebab Terjadinya Kemerosotan Moral Remaja

Muara permasalahan kemerosotan moral remaja ini dikarenakan dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor dari dalam diri sendiri yang menyebabkan hasrat penyimpangan, antara lain:
1.      Kurangnya pemahaman agama
2.      Pola asuh orang tua yang salah
3.      Kepribadian yang labil

6.      Pemecahannya dengan Etika Normatif

Melihat faktor-faktor penyebab diatas maka tidak ada jalan lain terapinya adalah kembali berpegang teguh pada tali Allah, yaitu  Agama Islam, karena keyakinan akan benarnya ajaran agama akan mendidik manusia untuk berakhlak mulia dan mematuhi tuntunan hidup sosial dari Maha Pencipta dalam semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama harus dipandang sebagai teknologi pembangunan bangsa, mengandung banyak kebijakan sosial yang harus diterapkan dalam upaya membangun bangsa, bukan diperlakukan hanya sekedar masalah akherat, ritual dan pribadi.

 7.      Memberikan Pendidikan Seks ala Islam di Keluarga kepada anak

BAB III
PENUTUP

1. Masa-masa remaja adalah masa yang paling indah, namun penuh dengan pergolakan dan problematika hidup. Remaja juga dipandang sebagai salah satu masa proses pencarian identitas diri. Remaja merupakan suatu fase pertumbuhan dan perkembangan yang akan dihadapi oleh setiap manusia, sebagai ciptaan Allah. Dikatakan remaja, karena ia telah melewati usia anak-anak dan akan memasuki usia dewasa

2. Problem moralitas remaja sekarang ini adalah meningkatnya pemberontakan remaja atau dekadensi etika atau sopan santun pelajar, meningkatnya ketidakjujuran seperti suka membolos, menyontek, tawuran sekolah dan suka mencuri, berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru dan figur figur yang berwenang serta  kebanyakan gaya pacaran remaja sekarang yang sudah tidak memandang etika lagi.

3.      Sebab sebab kemerosotan moral remaja antara lain :

a.       Kurangnya pemahaman agama
b.      Pola asuh orangtua yang salah
c.       Kepribadian yang labil

4.      Klasifikasi tipe remaja berdasarkan akhlaknya :

a.       Remaja berakhlak islami
b.      Remaja berakhlak asasi
c.       Remaja berakhlak jahiliyah

5.      Pemecahan problem moralitas dikalangan remaja dengan etika normatif :

a.       Penanaman pendidikan agama sejak dini
b.      Kehidupan beragama di rumah tangga perlu diciptakan dengan suasana rasa kasih sayang antara ayah-ibu-anak.
c.       Peran dan tanggung jawab orang tua sangat penting dan menentukan bagi keberhasilan pencegahan kemerosotan moral
d.      “ Political will ” dan “ Political action “
e.       Memberikan Pendidikan Seks ala Islam di Keluarga kepada anak


Selengkapnya :

Download Makalah Akhlak (Problem Moralitas dan Pemecahannya dengan Etika Normatif)





Lihat Makalah Lain :





0 Comments