Kumpulan Makalah

Blog ini berisi kumpulan makalah

Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)

Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.

Baca Makalah Lain:




Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)

Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)

BAB II
PEMBAHASAN

A. Potret system pemerintahan 

Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan system pendidikannya banyak kesamaanya dengan system pendidikan khususnya Negara-negara persemakmuran. Kedatangan manusia pertama kali di benua ini terjadi setidak-tidakya 40.000 tahun yang lalu melalui proses migrasi dari asia. Kedatangan eropa baru mulai tahun 1788 yaitu orang-orang Inggris yang membuat sebuah koloni Sydney.

Dilihat dari hukum ketatanegaraan, Australia adalah Negara federal. Undang-undang Dasar Australia tahun 1901 yang melahirkan bentuk federasi ini bentuk federasi ini memberikan kekuasaan kepada pemerintah Commonwealth untuk melakukan sesuatu pada daerah-daerah tertentu, tetapi Negara bagian tetap mempunyai kekuasaan dalam berbagai bidang pendidikan. Dalam tahun 1942, pemerintah Commowealth memeiliki wewenang untuk memungut pajak penghasilan (income-tax) dari Negara-negara bagian, dan sebagai konsekuensinya, keterlibatan pemerintah federal dalam berbagai kegiatan makin meningkat, termasuk dalam bidang pendidikan.

B. Kondisi demografi dan potensi income Negara

Australia sangat jarang penduduknya, luas yang 7,7 juta km persegi berpenduduk hana 18,783,551 juta jiwa (world almanac 2000). Tetapi oleh karena daerah bagian dalam Australia yang kering dan tandus, penduduk terkonsentrasi di daerah-daerah pantai yang tidak begitu luas. Lebih dari 70% penduduk tinggal di daerah perkotaan, terutama di dua kota besar Sdney dan Melbourne yang menampung hamper 40% dari seluruh penduduk Australia. Terkonsentrasinya penduduk di ibu kota-ibukota Negara bagian menunjukkan pula system administrasi pemerintah yang tersentralisasi, termasuk pula system pendidikannya. 

Australia adalah Negara kaya, untuk tahun anggaran 1982-1983, GDP perkapita adalah  A$10,500. Cukup lama Australia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengangguran yang rendah, dan inflasi yang kecil yaitu semenjak akhir 1940-an sampai pertengahan 1970-an. Perkembangan ekonomi ini diikuti pula dengan perluasan basis perindustrian dan pekerjaan. Sebelum tahun 1940, perekonomian Australia sangat tergantung pada industry dasar.  Perluasan yang sangat signifikan  di bidang ekonomi terjadi pada sector ketiga yaitu bidang jasa. Antara tahun 1947 dan 1962 misalnya jumlah orang yang bekerja di bidang jasa ini meningkat dari 45% menjadi 65% karena meningkatnya lapangan kerja di sketor perdagangan, keuangan, pemerintaha serta pelayanan masyarakat.

C. Filsafat pendidikan dan Orientasi Pendidikan

Pendidikan dasar adalah wajib dari anak berusia 6 tahun sampai 12 tahun. Dalam tahun 1982 ada 1,8 juta anak yang terdaftar di 7200 sekolah dasar dan 800 buah gabungan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, 22% murid-murid sekolah dasar terdaftar pada sekolah-sekolah non pemerintah.

Pendidikan menengah berlangsung selama 5 tahun atau 6 tahun tergantung pada beberapa lama masa belajar di sekolah dasar. Oleh karena umur minimum meninggalkan sekolah  adalah 15, kecuali di Tasmania umur 16 tahun, seluruh siswa mendapat pendidikan menengah sekurang-kurangnya dua atau tiga tahun.

Dalam jumlah yang cukup besar orang-orang dewasa, terutama laki-laki mengikuti pendidikan dan latihan berbentuk pemegangan . biasanya pemegangan ini berlangsung secara paruh waktu selama empat tahun pada waktu mengikuti kuliah resmi pada perguruan tinggi TAFE (Technical and Further Education) pada umumnya tidak kurang dari satu hari per minggu.

Pada sekolah negeri, hampir seluruh sekolah menengah menyelenggrakan pendidikan penuh, kecuali Tasmania dan The Australian capital Territory (ACT). Pada kedua daerah ini, Tasmania dan ACT, pendidikan ditambah dua tahun pada tahun sekolah ke 11 dan 12, yaitu pada penghujung sekolah menengah, oleh karena itu sekolah ini dinamakan kombinasi sekolah tinggi-menengah. 

Pendidikan tinggi terdiri dari sekolah tinggi TAFE akademi-akademi dan program-program lanjutan, yang diberi label CAE (College Advanced Education) dan universitas. Sekolah tinggi TAFE merupakan lembaga tinggi  yang banyak diminati mahasiswa. Lebih dari 90% mahasiwa TAFE adalah mahasiswa paruh waktu, dan 60% berusia di atas 21 tahun.

Sekolah pendidikan CAE terdiri dari berbagai jenis intitusi, mulai dari fakultas-fakultas yang besar yang menyelenggarakan program gelar dan diploma dalam bermacam-macam keterampilan professional dab bidang teknik, sampai pada sekolah tinggi yang relatif kecil dalam bidang-bidang seperti pertanian, farmasi, dan seni.

Kebijakan pemerintah untuk memperluas pendidikan tinggi antara lain penghapusan uang kuliah, peningkatan fasilitas bagi program-program paruh waktu dan pendidikan eksternal dan membuat kebijakan penerimaan mahasiswa bagi yang kurang memenuhi persyaratan akdemik. Masuk perguruan tinngi di Australia umumnya didasarkan atas hasil pencapaian akademik di tingkat pendidkan menengah, atau berdasarkan hasil ujian masuk yang dilalui dengan kompetisi yang sangat berat, lebih-lebih untuk memasuki universitas yang berkualitas atau berprestiise. 

D. Kebijakan di bidang pendidikan agama 

Sekolah Islam bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Islam Australia. Bersamaan dengan pertumbuhan Islam dan masyarakat muslim di Benua Kanguru, lembaga pendidikan Islam, sejak ninforma seperti ‘Sarturday or Sunday School’  pngajian anak-anak pada Sabtu dan Minggu sampai sekolah Islam terus berkembang. Istilah ‘Madrasah’ tidak populer dan hampir tidak digunakan sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam. 

Sudah menjadi komitmen universitas di seluruh Australia yang selalu berusaha memastikan bahwa para mahasiswa mereka yang beragama Islam sebagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa dengan latar belakan budaya lain, untuk memperoleh kebebasan dalam menjalankan agama mereka masing-masing di dalam area kampus. Umumnya di setiap universitas dibentuk wadah pendukung dan social yang khusus ditujukan untuk membantu mahasiswa muslim di Australia, selain itu juga hadirnya perkumpulan-perkumpulan mahasiswa international yang umum. Orang Australia bangga akan percampuran multi budaya di kota-kota mereka. 

Menurut Abdullah Saeed guru besar dan Direktur Centre for the Study Contemporary Islam, Universitas Melbourne, dalam bukunya Islam in Australia (2003), di seluruh Australia terdapat 23 sekolah Islam; 16 di antaranya adalah 'Islamic college', yang pada dasarnya merupakan pendidikan prauniversitas. Selanjutnya, Profesor Saeed menjelaskan, semua sekolah Islam ini telah terakreditasi dan diakui Pemerintah Australia. Dan karena itu, dalam satu dan lain hal, sekolah-sekolah ini mendapat subsidi dari Pemerintah Australia. 

Di antara sekolah-sekolah Islam tersebut, yang paling populer adalah King Khalid Islamic College (berdiri 1983) dan Minaret College (1993), keduanya berada di Melbourne. Kedua sekolah Islam ini seperti juga sekolah-sekolah Islam umumnya didirikan dan dikelola para migran Muslim di Australia dengan juga melibatkan tokoh-tokoh Muslim di luar Australia.

Semua sekolah Islam tersebut pada dasarnya sudah menerapkan kurikulum negara bagian sesuai dengan standar nasional dalam mata pelajaran-mata pelajaran umum. Dengan demikian, mereka mendapatkan akreditasi dari badan akreditasi, dan selanjutnya berhak menerima subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, seperti diungkapkan Professor Saeed, bahwa berbagai mata pelajaran agama (Islam) tidak memiliki kurikulum dan standar baku. Tidak ada otoritas di kalangan Muslim Australia yang merumuskan kurikulum mata pelajaran agama. Hasilnya, masing-masing merumuskan sendiri kurikulum berbagai mata pelajaran agama. 

E. Kebijakan di bidang manajemen pendidikan formal

Berdasarkan Konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab Negara bagian.  Pada setiap Negara bagian, seorang menteri pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Pada sector pendidikan dasar dan TAFE, tugas departemen pendidikan berbeda-beda antara Negara-negara bagian. Pada beberapa Negara bagian, departemen pendidikan merupakan penyelenggara utama dan coordinator dasar, sementara pada bagian lain tugas itu bukan menjadi tugas utama. Dalam penyelenggara TAFE, pola umumnya adalah kearah pengadministrasian yang terpisah dari pendidikan dasar.

Pendidikan menurut undang-undang merupakan tanggung jawab Negara bagian, namun semenjak lebih kurang 40 tahun yang lalu pengaruh dan perab pemerintah Commonwealth dalam pendidikan semakin besar. 

F. Dinamika dalam pengembangan Kurikulum

Pada beberapa negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetap sekolah-sekolah dapat megadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal.  Pada negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum yang telah di tetapkan.Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir, detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Autralian Capital erritory (ACT) dan the Northern Territory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah.

Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum di susun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat  dan kusecara teratur mengunjungi sekolah-sekolah untuk memonitor pelaksanaan kurikulum.

Sesudah tahun 1970, semua departemen pendidikan terliba dalam peninjauan kembali tujuan, struktur kurikulum. Diantara upaya yang dilakukan adalah menentukan  dan mengembangkan kurikulum inti. Disamping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah yang menawarkan mata kuliah alternative di luar mata kuliah yang sudah ada, dengan prioritas pada bidang keahlian juruan dan teknologi. 

Kemudian Jenjang Pendidikan di Australia pada dasarnya dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu: 

1. Sekolah Dasar (Primary School)

Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6.Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun (New South Wales (NSW), Victoria (Vic), Tasmania (Tas), dan Australian Capital Territory (ACT). Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun (South Australia (SA), Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western Australia (WA).

2. Sekolah Menengah (Secondary or High School)

Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja (yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA). Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training (VET) atau Colleges for Technical and Further Educaton (TAFE). Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi.

Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi (universitas). Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang memuaskan.Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin.

3. Pendidikan Tinggi (Universitas)

Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana (dikenal sebagaiundergraduate level) dan jenjang pascasarjana (dikenal sebagai  postgraduate level  untuk memperoleh gelar Master satau PhD). Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts(BA) atau Bachelor of Science (Bsc) tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut.

Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (ke jenjang pascasarjana), maka ia perlu belajar lagi selama 1 (satu) tahun. Jenjang ini dikenal sebagai HonoursLevel, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi BA (Hons) atau Bsc (Hons) sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya.

Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana.

Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/mahasiswi untuk program S3 (Doktor) langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2 (Masters) terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung menganjurkan para mahasiswa/mahasiswi pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang mahasiswa/mahasiswi tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai 2.5 tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai 3.5 tahun.

Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja (dikenal sebagai Masters by Coursework) yang memerlukan waktu antara 12 - 18 bulan; atau melalui penelitian (Masters by Research) yang memerlukan waktu antara 1.5 - 2.5 tahun; atau kombinasi dari keduanya (Masters by Coursework & Research) yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangatdianjurkan untuk mengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and Research.

Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semua program S3 di Australia ditempuh melalui penelitian (by Research). Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan. 

G. Pengembangan  pendidik dan tenaga kependidikan

1. Syarat Guru di Australia

Syarat guru untuk mengajar di Australia ditentukan oleh setiap Negara bagian dan teritori Australia. Standar qualifikasi antarnegara bagian dan teritori tersebut berbeda satu dengan yang lainnya. Meski demikian, kesamaannya adalah setiap guru harus memiliki sertifikat mengajar. Untuk mendapatkan sertifikat mengajar, calon guru di Australia harus menempuh pendidikan tertentu. Bila calon guru belum menyelesaikan jenjang S1, maka ia harus mendaftar di S1 jurusan pendidikan (Bachelor of Education) yang berlangsung selama 4 tahun. Namun, bila calon guru sudah menyelesaikan jenjang S1 di luar jurusan pendidikan, maka calon guru tersebut harus mengikuti beberapa program, seperti Bachelor of Education (graduate entry) - 1.5-2 years, Graduate Diploma of Education - 1 year (equivalent to a teacher certificate program) dan Masters of Teaching - 1.5 years Setiap program tersebut tersedia untuk pembelajaran di tingkat primary ataupun secondary.

2. Peningkatan Profesionalitas Guru

Guru adalah ujung tombak dari pendidikan yang berlangsung di dalam kelas. Seiring dengan kemajuan teknologi serta perkembangan pengetahuan, profesionalitasan guru pun harus ditingkatkan. Berbagai program dilakukan untuk meningkatkan profesionalitasan guru di Australian. Salah satu program yang dilakukan oleh ALTC (Australian Learning and Teaching Council) adalah Teaching Preparations Programs (TPPs) yang ditujukan untuk guru. Program ini telah mulai dilakukan di 39 universitas.

3. Organisasi Guru

Organisasi untuk guru-guru di Australia disebut dengan the Australian Teacher Education Assosiation (ATEA). Misi dari ATEA adalah untuk mempromosikan:
a) Pra-pelayanan serta melanjutkan pendidikan untuk semua guru dalam segala bentuk dan konteks
b) Pendidikan guru sebagai sentral dalam pendidikan bangsa
c) Penelitian untuk pendidikan guru sebagai upaya inti. 

H. Pembiayaan Pendidikan

Fungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber sisa pendanaan. Secara konstitusional pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan menengah negeri, dan TAFE, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah swasta (Taman Kanak-kanak). Pemerintah Commonwealth punya tanggung jawab penuh atas pembiayaan universitas dan isntitusi CAE dan memberikan dana-dana tambahan bagi pendidikan prasekolah, sekolah negeru dan serta TAFE.

Mahasiswa purna waktu tingkat Sarjana Muda (Stata-1) berhak mendapatkan bantuan biaya hidup. Sepertiga dari mahasiswa menerima bantuan ini. Sedangkan mahasiswa pascasarjana purna waktu berhak mendapatkan bantuan (award) yang sifatnya kompetitif yang jumlahnya A$6,900 per tahun ditambah bantuan tanggungan. Bantuan ini mencapai 30% dari mahasiswa pascasarjana yang berhak menerima.

Bantuan keuangan bagi siswa pendidikan menengah yang purna waktu diberikan kepada siswa yang berusia di bawah 19 tahun denga harapan agar mereka mampu menyeesaikan pendidikan sekolah menengahnya. Besar bantuan maksimal per tahun adalah A$1000 dan siswa dari keluarga berekonomi lemah mendapat bantuan ini. 


BAB III
PENUTUP

Australia adalah negara yang mempunyai kualitas pendidikan yang sudah diakui dunia. Penelitian berkembang pesat di sana. Pendidikan di Australia tidak jauh berbeda dengan pendidikan di Indonesia. Jenjang pendidikan disana ada Sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Sama halnya dengan Indonesia, kurikulum di Australia pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Namun, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah Australia tidak sebanyak mata pelajaran yang ada di Indonesia.

Pendidikan di Australia lebih berbasis pada penelitian. Ini yang menjadi salah satu faktor mengapa Australia bisa mempunya kualitas pendidikan yang sangat baik. Selain itu, tenaga pendidik di sana benar-benar mumpuni di bidangnya, mereka mendapatkan lesesnsi mengajar dari kementrian pendidikan. Sehingga para gurunya benar- benar memiliki kompetensi yang layak sebagai tenaga pengajar.

Pendidikan budi pekerti di Australia sangat diperhatikan. Pada sebuah penelitian menyatakan bahwa Australia merupakan negara terendah tingkat kriminalitasnya di dunia. Padahal disana tidak ada pelajaran agama, yang ada hanya pelajaran budi pekerti. Guru-guru di Australia lebih prihatin jika murid mereka memiliki prilaku moral yg kurang baik dari pada memiliki prestasi nilai akademik yg kurang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk Agung Bandung.
http://kamiliacute.blogspot.com/2012/04/studi-tentang-potret-sistem-pendidikan-html. Diakses pada tanggal 27 April 2015. 
http://mariatulannisa.blogspot.com/2014/01/makalah-perbandingan-pendidikan sistem.html diakses pada tanggal 03 Mei 2015. 
http://rouf-artikel.blogspot.com/2013/06/pendidikan-di-australia.html diakses pada tanggal 25 April 2015.





Bagikan :
+
Previous
Next Post »
1 Komentar untuk "Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top