Makalah Sejarah Peradaban Islam (Peradaban Islam Masa Khulafaur Rasyidin)

Makalah Sejarah Peradaban Islam (Peradaban Islam Masa Khulafaur Rasyidin)

Makalah Sejarah Peradaban Islam (Peradaban Islam Masa Khulafaur Rasyidin)

Download Power Point


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Perkembangan islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat merupakan agama islam pada zaman keemasan, hal itu bisa terlihat bagaimana kemurnian islam itu sendiri dengan adanya pelaku dan faktor utamanya yaitu Rasulullah SAW. Kemudian pada zaman para sahabat terkhusus pada zaman Khalifah empat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, islam berkembang dengan pesat. Hal itu tentunya  tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan juga dalam menyebarkan islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Peradaban Islam Pada Masa Abu Bakar Shiddiq (11-13  H/632-634 M)

Abu Bakar, nama lengkapnya ialah Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr At-Taimi Al-Qurasyi. Di zaman pra-Islam bernama Abdul Ka’bah, kemudian diganti oleh Nabi menjadi Abdullah. Ia termasuk salah seorang sahabat yang utama (orang yang paling awal) masuk Islam. Gelar Ash-Shiddiq diperolehnya karena ia dengan segera membenarkan Nabi dalam berbagai peristiwa, terutama Isra’ dan Mi’raj. Abu Bakar memangku jabatan khalifah selama dua tahun lebih sedikit, yang dihabiskannya terutama untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya Nabi.

2.2       Peradaban Islam Pada Masa Umar Bin Khattab (13-23 H/634-644 M)

Sewaktu masih terbaring sakit khalifah Abu bakar secara diam-diam melakukan tinjauan pendapat terhadap tokoh-tokoh terkemuka dari kalangan sahabat mengenai pribadi yang layak untuk menggantikannya pilihan beliau jatuh pada Umar bin khattab akan tetapi beliau ingin mendengarkan pendapat tkoh-tokoh lain. Meskipun peristiwa dianggapnya Umar sebagai khalifah itu merupakan fenomena yang baru tetapi haruslah dicatat bahwa proses peralihan kepemimpinan tetap dalam bentuk musyawarah yaitu berupa usulan atau rekomendasi dari Abu bakar yang diserahkan kepada persetujuan umat islam. Untuk menjajaki pendapat umum, khalifah Abu bakar melakukan serangakaian konsultasi terlebih dahulu dengan beberapa orang sahabat, antara lain Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin affan. Memang pada awalnya terdapat berbagai keberatan mengenai rencana pengangkatan umar, kemudian Thahah segera menemui Abu bakar untuk menyampaikannya namun pada akhirnya Umar adalah orang yang paling tepat dalam menduduki kursi kekholifahan, maka pengangkatan Umar mendapat persetujuan dari pihak umat islam.     

2.3       Peradaban Islam Pada Masa Utsman Bin Affan (23-36 H/644-656 M)  

Nama lengkapnya ialah Utsman ibn Affan ibn Abdil Ash ibn Umayyah dari pihak Quraisy. Ia memeluk islam lantaran ajakan Abu Bakar, dan menjadi salah seorang sahabat dekat Nabi SAW. Melalui persaingan ketat dengan Ali, tim formatur yang dibentuk leh Umar ibn Khattab akhirnya memberi mandat kekhalifahan kepada Utsman ibn Affan. Massa pemerintahannya adalah yang terpanjang dari semua khalifah di zaman al-khulafa’ ar-Rasyidin yaitu 12 tahun. Tetapi sejarah mencatat tidak seluruh masa kekuasaannya menjadi saat yang baik dan sukses bagi beliau. Para pencatat sejarah membagi rasa pemerintahan Utsman ibn Affan menjadi dua periode, enam tahun pertama merupakan masa pemerintahan yang baik dan enam tahun terakhir adalah masa pemerintahan yang buruk.

2.4       Peradaban Islam Pada Masa Ali Bin Abi Thalib (36-41 H/656-661 M)

Ali adalah putra AbiThalib ibn Abdul Muthalib, ia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Ali diangkat sebagai khalifah dalam situasi politik yang kurang mendukung. Peristiwa pembunuhan terhadap khalifah Utsman ibn Affan mengakibatkan kepentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai Persia dan Afrika Utara. Pemberontakan yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair ibn Awwam dan Thalhah ibn Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima baiat mereka. Menjadikan Ali satu-satunya   khalifah yang dibaiat secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.

2.5       Kemajuan Peradaban Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Secara garis besar pemerintahan khulafaur rasyidin dapat dikatakan pemerintahan yang dilaksanakan secara langsung. Rakya dapat langsung berhubungan dengan khalifah. Khalifah disamping sebagai pemimpin negara juga sebagai pemimpin agama. Wilayah kekuasaan dibagi menjadi pemerintah pusat  yang berkedudukan di ibu kota sedangkan pemerintahan daerah berdomisili di daerah-daerah terbagi atas provinsi dan distrik.

BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan

Dari pembahasan keempat Khalifah yang memimpin setelah wafatnya Rasulullah SAW, dapat dipahami bahwa pemerintahan Rasyidin adalah pemerintahan yang mendapatkan petunjuk karena betul-betul orang yang berlaku baik,jujur,sabar dalam berbagai hal serta bisa betul betul menurut pada teladan Nabi Muhammad SAW. Khalifah pertama yakni Abu Bakar As-Shiddiq, Kekuasan yang dijalankan pada masa khalifah Abu Bakar,sebagaimana pada masa Rasululah SAW,bersifat netral,kekuasaan legislatif,eksekutif dan yudikatif terpusat ditangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan ,khalifah Abu Bakar juga melakasanakan hukum.

Yang kedua yaitu Umar bin Khattab, Umar dikenal seorang yang pandai dalam menciptakan perarturan karena tidak hanya memperbaiki bahkan mengkaji ulang terhadap kebijakan telah ada. Khalifah umar juga menerapkan prinsip demokratis dalam kekuasaan yaitu dengan menjamin hak yang sama bagi setiap warga negara. Khalifah umar memerintah selama 10 tahun 6 bulan (13-23 H) atau 634-644 M. Masa jabatannya berakhir dengan kematian yang tragis yaitu seorang budak bangsa persia bernama ferros atau yang dikenal abu lu’luah secara tiba tiba menyerang dari belakang, ketika umar hendak berjamaah sholat subuh dimasjid nabawi. Umar meninggal pada tanggal 25 dzulhijjah 23 H.

Selanjutnya Utsman bin Affan, Nama lengkapnya ialah Utsman ibn Affan ibn Abdil Ash ibn Umayyah dari pihak Quraisy. Pemerintahan Utsman berlangsung selama 12 tahun. khalifah utsman berhasil melakukan pembangunan pembangun antara lain membangun bendungan,jalan,jembatan,masjid serta dapat memperluas masjid Nabawi,juga berhasil mengadakan pembukuan Al-Qur’an,yang sampai sekarang masih bisa dimanfaatkan kaum muslimin diseluruh dunia. Yang terakhir adalah Ali bin Abi Thalib, Ali adalah putra AbiThalib ibn Abdul Muthalib, ia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Ali ibn Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi sebelumnya. Ali terbunuh pada tanggal 20 Ramadhan 40 H (660 M)

Islam pada masa Khulafaur Rasyidin mengalami kemajuan yang sangat pesat apalagi pada masa Khalifah Abu Bakar . Dalam kekuasaannya yang berlangsung pendek beliau berhasil menegakkan pemerintahan madaniyah yang terancam runtuh. Dari segi antropologi para Khulafaur Rasyidin juga bisa memasukan budaya bangsa luar arab ke bangsa arab dengan prinsip tidak adanya pertentangan dan perbedaan antar mereka. Masa kepimpinan Khulafaur Rasyidin banyak mengalami kemajuan yang tinggi yakni terbukti dengan luas kekuasaan islam pada masa Khulafaur Rasyidin dan adanya usaha pembukuan Al-Qur’an yaitu masa Utsman. Jadi masa ini adalah masa cemerlang.


Selengkapnya

Makalah Sejarah Peradaban Islam (Peradaban Islam Masa Khulafaur Rasyidin)






Lihat Makalah Lain :




0 Comments